Anak Penyejuk Mata

Anak-Anak Penyejuk Mata

Kehadiran sang buah hati merupakan sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Seseorang yang memiliki anak berarti silsilah keturunannya terus berlanjut. Dia juga mempunyai tempat untuk mencurahkan kasih sayangnya sebagai seorang bapak atau seorang ibu. Benar-benar lengkap rasanya hidup ini kala di dalam rumah tangganya telah hadir anak. Kesenangan dan kebahagiaan itu pun terus bertambah tatkala anak-anaknya, dengan taufik dan hidayah dari Allah, menjadi anak-anak yang saleh.

Sungguh, ada sekian banyak keutamaan dan keistimewaan memiliki anak yang saleh. Orang dikatakan saleh apabila dia menjalankan hak-hak Allah dan hak-hak hamba-Nya. Maka dari itu, anak yang saleh adalah yang taat kepada Allah, menjalankan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Di samping itu, dia juga melaksanakan hak-hak hamba Allah yang lainnya. Adapun orang yang paling berhak untuk mendapatkan perbuatan baiknya adalah kedua orang tuanya.

Anak saleh berusaha membantu pekerjaan kedua orang tuanya. Kalau dia kaya, ikut membantu menanggung nafkah kedua orang tuanya. Kalaupun dia miskin, tidak mau menjadi beban bagi kedua orang tuanya. Keberadaannya bersama orang tuanya benar-benar menjadi penyejuk hati dan jiwa kedua orang tuanya. Dia juga berusaha mengarahkan kedua orang tuanya untuk selalu taat kepada Allah. Tidak lupa juga dia selalu mendoakan kedua orang tua dengan kebaikan.

Sungguh anak yang saleh tetap bermanfaat bagi kedua orang tuanya walaupun keduanya sudah meninggal dunia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila seorang anak Adam telah meninggal dunia, terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakan kebaikan bagi kedua orang tuanya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Ya, anak saleh adalah amalan kebaikan bagi kedua orang tuanya, yang terus mengalir pahalanya untuk keduanya walaupun keduanya telah meninggal dunia. Maka dari itu, orang yang diberi karunia oleh Allah berupa anak hendaknya tidak menyia-nyiakannya, karena anak itu adalah amalannya.

Marilah kita mendidik anak-anak kita dengan baik. Semoga mereka bisa menjadi anak-anak yang saleh lagi bertakwa kepada Allah. Bacalah firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut dan jadikanlah sebagai doa dalam keseharian kita,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (al-Furqan: 74)

Apa yang dimaksud anak penyejuk mata?

Ibnu ‘Abbas berkata,“Yaitu mereka (ibadurrahman) meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat.”

‘Ikrimah berkata,“Yaitu mereka (orang yang beriman) tidaklah menginginkan keturunan yang memiriki paras cantik, akan tetapi yang mereka inginkan adalah keturunan yang taat.”

Al Hasan Al Bashri ditanya mengenai ayat di atas. Beliau pun berkata,“Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya.”

Ibnu Juraij berkata mengenai ayat tersebut, “Hamba beriman meminta pada Allah agar keturunannya dapat beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada Allah, tidak berbuat maksiat dan tindak kejahatan.”

‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam  berkata, “Orang beriman meminta kepada Allah agar istri-istrinya dan keturunannya mendapatkan hidayah Islam.” Beberapa perkataan di atas dinukil dari Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata, “Menyejukkan mata orang tua adalah ketika melihat anak dalam keadaan taat kepada Allah, berilmu, beramal. Ini do’a kebaikannya pada anak dan istrinya, namun itu juga termasuk do’a untuknya. Karena istri dan anak yang menjadi penyejuk mata akan kembali manfaatnya pada suami. Inilah yang dijadikan karunia untuk suami.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 587).

Dalam tafsir Al Jalalain (hal. 377) disebutkan, “Menjadi penyejuk mata bagi kami dengan melihat anak dan istri dalam keadaan taat pada Allah.”

Sangat dianjurkan sekali jika seorang muslim memperbanyak do’a ini untuk memperbaiki istri, keturunan dan dirinya sendiri.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Tidak cukup dengan usaha yang baik dan memberikan lingkungan yang baik pada anak. Agar anak-anak kita menjadi penyejuk mata teruslah meminta dalam do’a-do’a kita. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang memiliki anak-anak penyejuk mata di dunia dan akhirat. Amiin. [Hendri]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *