Kembali ke Banten, Griya Sedekah Al-Huda Tunaikan Amanah dari Donatur

BANTEN – Selasa (15/1/2019) Tim SAR Al-Huda bersama dengan Griya Sedekah Al-Huda (GSA) kembali ke Banten menunaikan amanah dari donatur untuk menyalurkan bantuan kepada korban Tsunami.

Dengan mengendarai kendaraan pribadi, tim yang berjumlah lima orang berangkat dari kantor Griya Sedekah Al-Huda di Semanggi pada hari Senin malam tepat pukul 21.00 WIB. Rombongan tiba di Banten pada hari Selasa pukul 07.00 WIB. Pada kesempatan kali ini ketua Yayasan Al-Huda, Bapak Ahmad Fuad berkenan membersamai tim yang berangkat ke lokasi bencana Tsunami Banten.

Di awali dari desa Katapang, Cigorondong di sebuah posko mandiri yang dikelola oleh warga setempat di sebuah masjid, kami menyerahkan donasi sejumlah 6 juta rupiah.

Desa Katapang berada di kecamatan Sumur merupakan lokasi yang cukup parah terdampak tsunami. Puluhan rumah hancur dan tidak kurang 60 KK atau sekitar 300 warga mengungsi. Bersyukur di sini masih berdiri dapur umum yang juga dikerjakan secara mandiri oleh warga setempat.

Berikutnya kami bertolak ke arah Ujung Kulon, tepatnya di Kampung Paniis yang juga masih berada di Kecamatan Sumur. Keadaan yang lebih memprihatinkan terlihat. Mulai dari gapura masuk desa hingga sekitar enam puluh meter ke dalam kampung rata dengan tanah. Puluhan rumah hancur, serta sebuah bangunan Sekolah Dasar menjadi korban keganasan Tsunami. Puluhan nyawa melayang serta ratusan orang mengungsi.

Kamipun masuk ke sebuah posko yang masih tegak berdiri dengan tenda besar milik BNPB. Bertemu dengan Bang Iko dan Bang Syahrul dari Yayasan Sanggar Qur’an Gemilang Tangerang Selatan dan Pegiat Sosial Tramp. Kami disambut dengan hangat.

Aktivitas posko masih lumayan padat, mulai dari aktivitas dapur umum yang setiap hari membuat ratusan bungkus nasi untuk pengungsi, trauma healing dan beberapa kegiatan lainnya. Bahkan kami juga berkesempatan melihat sebuah acara ruqyah masal di masjid Paniis dan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako serta Mushaf Al-Qur’an untuk semua peserta ruqyah.

Setelah berbincang dan minum kopi bersama dengan pengelola posko, kami menyerahkan donasi sejumlah 8 juta rupiah untuk keperluan warga di Kampung Paniis. Bantuan langsung diterima oleh Bang Syahrul selaku penanggung jawab posko.

Pukul 16.00 WIB kami pamit untuk menuju Sindanglaut. Kembali dengan melewati jalur yang cukup ekstrim. Jalan yang bergelombang membuat kendaraan kami tidak bisa melaju kencang.

Setelah lima jam perjalanan, sekitar pukul 21.00 WIB sampailah kami di daerah Sindanglaut. Kami menuju ke posko awal kami di masa tanggap darurat lalu. Kami disambut oleh Pak Inus selaku kepala dusun setempat. Sambutan hangat dengan kopi dan camilan Sukun goreng menambah akrab obrolan kami. Sebelum beristirahat, kami menyerahkan donasi sebesar 2 juta rupiah untuk anak-anak yatim korban terdampak tsunami.

Alhamdulillah, sekitar pukul 23.00 WIB, kami beristirahat di sebuah saung di depan kantor kelurahan Sindanglaut. Ditemani hujan deras dan angin yang cukup kencang mengantarkan lelap tidur kami.

Saat mereka harus bangkit
Saat mereka harus berdiri
Saat mereka harus kembali
Saat dimana kita tak lagi menemani

Ku lihat ada asa di setiap tatapannya
Kulihat ada harap di setiap doa-doanya

Sadar dengan keadaan yang menimpa
Takkan kembali dengan linangan air mata

Bangkit . . .
Kumpulkan kembali puing semangat
Menatap hari yang masih tersisa

Catatan Relawan Al-Huda Solo
Banten, 15 Januari 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *