mahkota untuk ayaj dan bunda

Mahkota untuk Ayah dan Bunda

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ بنيَ لَهُ غَرْسٌ فِي الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَأَحْكَمَهُ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أَلْبَسَ الَّهُ وَالِدَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ هَذَا الْقَمَر

Artinya,”Barangsiapa yang mengucapkan subhanallah al-Azhim, maka akan disediakan satu tanaman baginya di surga, dan barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan menjadikannya sebagai rujukan serta mengamalkan yang terkandung dalam al-Qur’an, Allah pakaikan kepada kedua orangtuanya sebuah mahkota yang cahanya lebih baik daripada sinar rembulan ini.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh At-Thabarani, dalam Mu’jam al-kabir.

Salah seorang Ulama pernah mengatakan, “Jika anda ingin tahu seberapa dekat anda dengan Allah, maka perhatikan seberapa dekat anda dengan al-Qur’an”.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling sempurna. Kalamullah yang menjadi pedoman umat Islam, dijamin otentisitasnya. Menjadi penyempurna syariat yang sebelumnya dibawa oleh para nabi-nabi. Ibnu Katsir menuliskan, Diturunkan Kitab yang paling mulia (al-Qur’an) dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan kepada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia, diturunkan di bulan yang paling mulia sepanjang tahun, yaitu ramadhan, dengan demikian sempurnalah kitab suci al-Qur’an dari berbagai sisi.

Kemuliaan yang dimiliki al-Qur’an juga bisa diraih oleh orang yang mau mempelajarinya. Membacanya dihitung sebagai ibadah. setiap huruf yang terucap oleh lisan dihitung pahala, bahkan orang yang masih kaku dalam membacanya, juga Allah berikan padanya dua pahala. Al-Qur’an adalah kitab yang mulia, hanya orang yang mulia yang juga mampu berdekat-dekat dengannya. Membacanya, mentadaburi maknanya, mempelajarinya dan serta mengamalkannya isi kandungannya.

Membaca al-Qur’an tidak hanya  sekadar dinilai ibadah, ada sisi manfaat lain bagi seorang muslim. Al-Qur;an disebut sebagai ruh, yang tertera dalam surat al-Mukmin ayat ke-15, menjadi petunjuk bahwa al-Qu’an mampu menghidupkan hati yang mati, memberi kesejukan pada hati yang gersang. Sebagaimana posisi ruh yang menjadikan jasad hidup. Maka, semakin dekat dengan seorang muslim dengan al-Qur’an, maka semakin hidup mata hatinya.

Begitupula manfaat dan keistimewaan al-Qur’an ditinjau dari sisi yang bernilai ukhrawi. Al-Qur’an mampu menjadi pemberi syafaat kepada orang yang senantiasa membaca dan mengamalkannya.  Karena al-Qur’an hanya berada dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.

Bakti anak kepada orang tuanya, salah satu caranya adalah dengan mempelajari al-Qur’an. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang pembangkang dan durhaka. Sebelum orangtua mendapati anaknya, menyeka air matanya, menenangkannya kala sedih, ia bisa sangat berbahagia ketika mendapati anaknya berprestasi meski usia masih muda. Orangtua bisa meneteskan air mata bahagia ketika melihat anaknya dapat membanggakan dirinya. Ya meski seorang anak masih kecil.

Kebahagiaan itu terjadi karena orangtua juga turut mendapatkan kehormatan. Kehormatan akan prestasi anaknya. Lalu bagaimana jika, ketika semua orang berkumpul dari sejak Nabi Adam hingga akhir zaman berkumpul lalu dipanggilah namanya, lalu dihadapkan di depan seluruh makhluk, dipakaikan padanya mahkota kehormatan, betapa bahagianya perasaan orang tua saat itu. Dan kebahagiaan itu dapat dicapai karena anaknya menghafal al-Qur’an.

Rasulullah mempertegas akan janji Allah ini dalam sabda lain. diriwayatkan oleh abu dawud, tertulis di dalam riyadhush shalihin karangan Sholih al-Utsaimin, bahwa barang siapa yang membaca al-Qur’an serta mengamalkannya, maka Allah pakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang cahanya lebih terang disbanding cahaya matahari’’. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, yang menjadikan bakti seorang anak kepada kedua orangtuanya tidak hanya soal materi.

Kebahagiaan keluarga, diharapkan tidak hanya diperoleh hanya di dunia. Tapi juga sampai di akherat. Orang tua yang ingin anaknya bahagia, hendaknya tidak hanya mempersiapkan pendidikan baik dalam soal dunia. Yang hanya memilihkan bagaimana kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, bisa mencari uang secara mandiri. Tapi orangtua yang visioner, juga akan lebih perhatian kepada pendidikan ruh bagi anaknya. Pendidikan al-Qur’an, yang menjadi pedoman untuk anaknya hingga kelak bisa bersua kembali dalam kebahagiana hakiki di akhirat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *