Mengenalkan Allah Sedari Dini

Mengenalkan Allah Sedini Mungkin

Mengenal Allah adalah kewajiban dalam kehidupan manusia. Hal ini merupakan sebuah proses untuk memahami hakikat manusia dalam penciptaannya di alam semesta ini. Apa yang Allah inginkan terhadap kita sebagai makhluk yang diciptakan-Nya akan diketahui dengan mengenal-Nya.Ketaqwaan dan keimanan pun akan mudah diraih dengan mengenal Allah, sehingga seseorang dapat meraih keberuntungan, kemenangan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Mengenalkan Allah kepada anak adalah sebuah hal fundamental yang bertujuan agar mereka taat kepada Allah , paham terhadap perintah-Nya, bergantung dan meminta pertolongan kepada-Nya, harap, takut dan cintanya pun hanya kepada Allah semata. Dan ini merupakan tujuan dari tarbiyah aulad yang diprioritaskan bagi para orang tua di zaman sekarang.

Ada hal yang membuat tercengang kaum muslimin saat ini berkenaan kondisi memprihatinkan generasi yang sudah tidak lagi mengenal Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka jauh dari nilai-nilai ketaatan kepada Robb-Nya, bahkan hawa nafsu yang mereka tuhankan. Berapa banyak anak yang kehilangan sosok keteladanan. Mereka lebih enjoy mencontoh orang-orang yang jauh dari mengenal Allah Subhanahu Wata’alaa. Televisi, bintang film, teman dekat, dan masih banyak lagi figur yang menjadi panutan generasi akhir ini.

Modernisasi zaman mengubah pola pikir orang tua terhadap pergeseran tarbiyah yang sesungguhnya. Para orang tua lebih mengedepankan intelektualitas daripada pendidikan karakter Islami. Mereka beranggapan bahwa pendidikan duniawi itu lebih penting dibandingkan dengan pendidikan agama, terlebih pendidikan akhlaqul karimah. Dan fenomena ini mereka sadar atau tidak sadar sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan keluarga pada umumnya. Mereka lebih mengedepankan tujuan nilai material daripada akhirat. Akhirnya pokok dari pendidikan anak tentang pengenalan Allah mereka tinggalkan.

Potret generasi yang salah dalam pendidikan dapat kita lihat secara jelas dan gamblang. Betapa pilu pendidikan pada bangsa ini yang mencita-citakan pendidikan seutuhnya baik pendidikan umum maupun agama yang telah dicanangkan oleh pendahulu bangsa Indonesia. Sangat miris ketika mendengar kabar di media sosial tentang anak-anak yang melakukan penyimpangan pendidikan yang baik. Mulai dari pergaulan bebas, narkoba, dan kejahatan-kejahatan lain yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari tentang potret pendidikan bangsa hari ini.

Diantara contoh generasi Islam zaman dahulu yang telah menorehkan prestasi gemilang pada sejarah dunia ini. Mulai dari zamannya sahabat Nabi sampai sekarang. Kita bisa melihat anak-anak yang tumbuh dalam pembinaan tarbiyah syakhsiyah islamiyah adalah bukti suksesnya didikan yang berlandaskan keimanan. Diantara mereka adalah Abdullah Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Abdullah bin Zubair bin Awaam. Mereka dididik dengan tarbiyah islamiyah yang luar biasa terlebih pengenalan mereka terhadap Sang Pencipta Allah Subhanahu Wata’alaa.

Sultan Muhammad Al-Fatih adalah potret hasil tarbiyah islamiyah yang luar biasa dimana sejak kecil dia sudah dikenalkan dengan tujuan mulia oleh ibunya ketika dalam timangan, dan ketika sudah beranjak dewasa ayahnya mencarikan guru alim dan shaleh. Hasilnya dia menjadi sosok panglima yang memiliki kekuatan ruhiyah yang luar biasa, karena peran orang tuanya yang mendidiknya dengan memperkenalkan Allah sejak dini.

Harapan kita sebagai orang tua adalah dapat melahirkan generasi yang lebih baik khususnya dalam hal mengenal Allah. Generasi emas islam yang kuat aqidahnya dan ikhlas ibadahnya.

Harapan kita sebagai orang tua adalah dapat melahirkan generasi yang lebih baik khususnya dalam hal mengenal Allah. Generasi emas islam yang kuat aqidahnya dan ikhlas ibadahnya.

Proses mengenalkan Allah kepada Anak-anak

Sesuaikan cara mengenalkan Allah dengan tahap perkembangan anak

Kenalkan anak pada Allah secara bertahap berdasarkan usia anak. Kita sebagai orang tua bisa mengenalkan Allah sejak anak dalam kandungan, caranya dengan berzikir dan memperdengarkan ayat-ayat Al Quran di dekat perut ibu ketika hamil. Untuk anak yang sudah berusia di atas dua tahun, cara kita memperkenalkan Allah adalah dengan benda atau makhluk ciptaan-Nya. Kenalkan pula lewat doa-doa yang kita ajarkan kepada mereka. Kalau sudah dewasa ajarilah mereka ilmu agama dan implementasinya dalam kehidupan, pantaulah ibadah mereka dan jangan sampai mereka meninggalkan Allah dalam setiap aktivitasnya kenalkan mana yang dosa mana yang tidak.dan sebagainya

Tumbuhkanlah rasa merasa diawasi oleh Allah

Merasa diawasi oleh Allah selama hidupnya adalah pelajaran penting bagi anak-anak kita. Sikap ini dapat diajarkan melalui pengajaran do’a-do’a sehari hari bagi mereka. Dengan demikian akan tertanam pada diri anak bahwa Allah tempat meminta segala hal. Disamping itu kenalkanlah hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam Islam agar mereka senantiasa berbuat baik dan merasa diawasi oleh Allah.

Jadilah teladan yang baik

Keteladanan yang baik dari orang tua adalah kunci suksesnya pendidikan anak. Karena sikap orang tua lah yang pertama kali ditiru anak jauh sebelum terpengaruh oleh orang lain. Kedekatan anak dengan orang tua menjadikan mudahnya interaksi mereka untuk mewujudkan cinta Allah. Misalkan ketika adzan berkumandang ayah pergi ke masjid dan anak pun bertanya “mau kemana Ayah ?” Mungkin sederhana bagi kita namun, hasil yang didapat luar biasa. Ada juga yang meremehkan keteladanan ini mereka lebih percaya kepada pengasuhan orang lain daripada dirinya sendiri. Sebelum terlambat, orang tua hendaklah menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya, karena setiap orang tua nantinya akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka dihadapan Allah.

Ajarilah Syukur dan Sabar

Setelah anak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidupnya, maka ajarkanlah untuk bersyukur. Berilah pengertian kepada mereka bahwa siapa yang memberi itu semua adalah Allah. Jangan biarkan mereka membanggakan diri dan lupa terhadap yang Maha Pemberi. Ajarkanlah cara syukur yang benar lewat lisan Alhamdulillah dan syukur dengan menjaga amalnya agar senantiasa dijaga dari hal-hal yang dapat melenyapkannya. Bila suatu saat menerima ujian pun harus kita ajarkan mereka sikap sabar agar tidak timbul su’udzon kepada Allah dan putus asa terhadap ujian yang Allah berikan. Berikan pengertian bahwa seluruh Alam semesta ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dengan demikian, sikap berimbang akan dimiliki anak-anak. Karena kehidupan ini tidak selamanya sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ajarilah Ibadah wajib

Mengajarkan anak untuk mengenal Allah adalah hal dasar bagi mereka. Namun sebelum itu ajarkanlah tauhid yang benar bagi mereka dan konsekuensi-konsekuensinya, sebagai contoh ketika masih kecil ajarkan kalimat-kalimat Thoyyibah bagi mereka. Dan ketika sudah beranjak baligh mulailah kenalkan mereka kewajiban-kewajiban kepada Allah yang dasar bagi mereka , contohnya shalat fardhu, shoum ramadhan, akhlaq yang baik dll. Karena ketika memperkenalkan ibadah yang wajib ini pada sedini mungkin akan berpengaruh terhadap dirinya kelak ketika dewasa. Tinggal bagaimana orang tua memberikan sarana baginya untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kepada Rabb-Nya. Untuk usia kecil orang tua masih mampu mengajarkan ibadah bagi mereka. Namun disaat sudah beranjak dewasa diantara orang tua tidak mampu mendidiknya. Hal itu sebenarnya mudah solusinya, yaitu dengan menitipkan anak ke sekolah-sekolah maupun pendok pesantren yang mengajarkan mengenal Allah bagi mereka.

Dengan mengenal Allah maka anak akan terbiasa sejak dininya untuk takut, harap, cinta hanya kepada-Nya. Pondasi dasar inilah yang menentukan pendidikan kedepannya bagi mereka. Generasi yang mengenal Allah lah yang nantinya akan menjadi generasi pemenang.Wallahu a’lam bishsowab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *