Menyambut Seruan Kebaikan

Dalam kaidah usul bahwa perintah adalah sesuatu hal yang menuntut kita untuk dikerjakan kecuali jika ada dalil yang membolehkan penundaan atau penolakan. Karena hakikatnya sebaik-baik ibadah adalah manakala dilakukan di awal waktunya.

Ketika dengan ikhlas kita melakukan seruannya maka yakinlah kita mendapatkan balasan yang lebih baik dari pekerjaan atau seruan tersebut

 “Barang siapa beramal shalih baik laki–laki maupun perempuan sedangkan ia beriman maka Kami pasti akan beri kehidupan yang baik dan Kami balas dengan balasan yang lebih baik dari apa yang ia kerjakan.” (Al-An’am: 97) “Sedangkan yang mati hatinya akan dibangkitkan Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan”. (QS. Al-An’am: 36)

Sahabat, waktu terus berputar, sebagai seorang dai Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa waktu yang kita miliki lebih banyak dari kewajiban yang ada. Jika kita tidak melakukan kewajiban saat ini maka kemungkinan akan tergilas oleh aktivitas (kewajiban) lain pada waktu selanjutnya.

Ingatkan engkau ketika para sahabat dilarang meminum khamar?

:“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah [434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Q.S. al Maidah: 90-91)

Mendengar firman suci tersebut, tanpa berpikir panjang mereka segera menumpahkan drum-drum penyimpanan khamr. Botol-botol yang menjadi wadah khamr pun segera dipecahkan. Mereka menjawab seruan larangan khamr tersebut dengan teriakan yang kompak, “kami benar-benar berhenti dan tidak akan melakukannya lagi Ya Tuhan.”

Ingatkah kita tentang peristiwa berhijab?

Dari Aisyah RA, ia berkata “Semoga Allah merahmati wanita-wanita yang pertama berhijrah, di mana ketika Allah menurunkan firmanNya “… Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka (An-Nur 31) mereka langsung merobek kain hordeng mereka untuk dijadikan hijab.” (HR. Bukhari)

Semoga kita bisa mencontoh para sahabat yang mana mereka senantiasa bersegera di dalam melaknsakan kebaikan tanpa menunda-nundanya. Amiin. Allahu ‘alam bishowab.

Dikutip dari Majalah Khidmat Edisi 43 – Bulan Mei 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *