Penggenggam Bara Api

Penggenggam Bara Api

Rasulullah SAW dan sahabat terbaiknya telah jauh meninggalkan masa kita. Kita hidup pada masa fitnah, kemaksiatan di mana-mana. Melangkahkan kaki keluar rumah seakan menyambut suguhan pemandangan yang sering membuat kita harus menundukkan pandangan dan hati. Belumlah cobaan yang senantiasa hinggap menghampiri ketika mengingatkan sesama, menyeru mereka untuk kembali kepada Islam. Cemoohan bahkan pengucilan sering dialami muslim yang serius mengamalkan Islam. Stigma negatif sering pula menghampiri muslim berjenggot dan muslimah berjilbab dan berkerudung besar. Label-label buruk yang kerap disematkan kepada aktivis Islam sehingga sering membuatnya berat untuk berjuang menegakkan agama Allah. Mereka serasa asing di mata masyarakat.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma).

Islam kembali asing lagi saat ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak lagi dijadikan pedoman dalam hidup. Pengelolaan publik diserahkan kepada hawa nafsu manusia. Oleh karenanya, yang senantiasa menggenggam Islam laksana menggenggam bara api,yang harus dia tahan panasnya agar tidak membakarnya di akherat kelak. Karena itulah, Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di kemudian hari akan datang masa yang memerlukan kesabaran (karena fitnah, peperangan, pembunuhan, dsb). Bagi orang yang memegang teguh agamanya ibarat memegang bara api. Orang yang melakukan sesuatu (yang diperintahkan) pahalanya setingkat dengan lima puluh orang biasa.” Para shahabat bertanya, “Orang biasa dari golongan kita atau dari golongan mereka?” Rasulullah menjawab, “Dari golongan kalian.”(H.R. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari ‘Utbah bin Ghazwan dan Abdullah bin Mas’ud).

Kita memang hidup jauh dari zaman Rasulullah dan para sahabat, namun Allah menjanjikan pahala setara 50 kali dari para sahabat terbaik Rasulullah bagi para pemegang bara api. Tidak tertarikkah kita?

Ketika pertentangan terhadap dakwah semakin hebat maka kita semakin paham bagaimana perjuangan Rasulullah SAW dan para shahabat. Kita melihat dan merasakan apa yang beliau rasakan. Sungguh mulia orang yang meneladani aktivitas beliau, mendedikasikan seluruh bekal yang dipunyainya hanya untuk kemuliaan Islam. Tidak akan ada yang sia-sia dalam perjuangan untuk menegakkan Kalimatullah. Teruslah bergerak dengan keikhlasan hingga kelelahan itu lelah menghampirimu, kobarkan semangat para penggenggam bara api dalam dirimu. Untuk menjemput pertemuan dengan Allah dan kekasih-Nya di surga Firdaus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *