Profil

Umat Islam pada hari ini tengah menghadapi gelombang fitnah yang sangat besar, baik berupa derasnya fitnah syubhat maupun dahsyatnya gelombang syahwat, hingga dapat menyeret, meng-hanyutkan, dan menenggelamkan siapa saja yang berhadapan dengannya kecuali orang-orang tertentu yang mendapatkan rahmat Allah.

Kita saksikan kebanyakan kaum muslim kebingungan dalam melangkah, bahkan terkadang tidak sadar terhadap jalan pilihannya. Kebanyakan acuh tak acuh, tidak menghiraukan syariat agama, mereka merasa tidak ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya tanpa agama. Sebagian dari mereka hanya memahami dan mengamalkan dien ini secara tepi-tepinya saja, yang tidak jarang akibat syubhat dalam tashawur mereka dan rusaknya iradah mereka, mereka menampilkan tindakan dan perilaku yang justru menodai dan mencitraburukkan agama ini.

Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw., “Bergegaslah kalian untuk beramal, (waspadalah terhadap) fitnah yang bagaikan potongan malam yang gelap, pada pagi hari seseorang beriman sorenya menjadi kafir, atau sore harinya beriman paginya menjadi kafir, dia menjual diennya dengan kenikmatan dunia.” (HR. Muslim). Tak seorangpun bebas dari ancaman fitnah tersebut dan tidak ada jaminan untuk siapapun selamat darinya, maka kita berusaha menjalankan petunjuk sunnah untuk menghadapi dan melawannya.

Berangkat dari keprihatinan dan keterpanggilan terhadap kenyataan di atas, maka sekelompok dari pemuda Islam Surakarta berusaha ikut bertanggungjawab dan menyumbangkan perannya dalam menjaga keberadaan jati diri muslim bagi seluruh warga umat Islam Surakarta bersama para tokoh pemerhati pemurnian ajaran Islam mendirikan Majelis Ta’lim Al-Huda. Dengan harapan agar dapat bersama-sama dalam mengamalkan petunjuk sunnah sehingga dapat menjaga dan memelihara kemaslahatan dan keselamatan hidup manusia.

Pada kemudian hari, Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Umat Al-Huda didirikan sebagai payung hukum bagi Majelis Taklim Al-Huda sebagai upaya dalam menjawab tuntutan kekinian keumatan yang hampir kehilangan jati diri sebagai bangsa dan adab ketimuran. Adapun konsentrasinya  adalah dakwah dan pembinaan umat sehingga dapat membantu anggota dan masyarakat muslim dalam mewujudkan visi agamanya secara utuh. Yakni melestarikan eksistensi agama pilihan Allah SWT dan pemurnian tauhid, dengan harapan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat mampu ikut berperan aktif dalam pengembalian karakter ketimuran masyarakat yang hampir hilang tersebut.