Ramadhan Momen Hijrah

Ramadhan Momen Hijrah

Ramadhan saat dan waktu yang tepat untuk hijrah, move on. Sejatinya bulan Ramadhan adalah untuk perubahan diri kita ke arah yang lebih baik lagi. Di bulan Ramadhan kita digembleng selama sebulan untuk menjadi lebih baik, lebih baik amalnya, lebih baik perbuatannya, lebih baik serta lebih sehat fisiknya. Beragam pahala serta keberkahan tersebar luas selama bulan suci Ramadhan. “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil.” (Al Baqarah: 185).

Hari ini mungkin zamannya tidak segelap zaman jahiliayah seperti dahulu kala, mungkin hari ini kita tak terjajah seperti penjajahan pada masa kolonial dulu, tapi hari ini kita terlelap dalam ke terang benderangan pada era yang serba terbuka  terjajah oleh kekangan nafsu syahwat kehidupan dunia. Di butuhkan perpindahan serta perubahan untuk menjadi yang lebih baik, mungkin dari sekian banyak waktu, dari sekian banyak amalan Ramadhan inilah saat yang tepat bagi kita untuk memulai titik awal perubahan dalam hidup kita untuk menuju pribadi muslim yang lebih baik.

Perang Badar adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan kaum muslimin sebagai simbol tauhid dan kemuliaan, meraih kemenangan atas kaum musyrikin sebagai simbol kekafiran dan kebodohan.

Peperangan terjadi pada hari Jum’at, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah Ta’ala berfirman, “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur.” (Ali Imran: 123).

Ibnu Abbas mengatakan, ”Saat itu hari Jum’at, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun umat, Abu Jahal, musuh terbesar umat Islam.”

Jadi tidak salahlah kalau kita menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan serta perpindahan bagi kita, berubah menjadi lebih baik, menghancurkan sisi kebatilan dalam diri kita, membunuh sifat kejahiliayahan yang mungkin saja masih mengendap dalam jiwa kita.

Taubatnya Para Gangster di Afrika Selatan

Kisah inspiratif taubatnya para gangster di Afrika Selatan telah mengundang kekaguman. Betapa tidak. Afrika Selatan merupakan gudang lahirnya para gangster. Dengan kondisi tersebut, mereka dengan leluasa melancarkan aksinya. Alhasil negara Afrika Selatan menjadi negara dengan kasus kriminal tertinggi. Namun, kehendak Allah dalam memberikan hidayah bisa menimpa siapa saja dan salah satunya dirasakan oleh mantan anggota gangster kelas kakap yang terkenal akan kesadisannya. la telah mendapatkan hidayah Allah sehingga menjadi seorang muallaf. la pun dengan ikhlas meletakkan senjata yang selalu ia bawa dan menjauhi berbagai tindakan kriminal yang telah menjadi kebiasaan di lingkungan tempat tinggalnya, tepatnya di daerah

Cape Town. Hanover Park. Dikutip dari situs Al Jazeera, mantan gangster bernama Abduraghmaan (Abi’ menuturkan, “Islam adalah merupakon contoh/kiblat yang sangat bagus bagi masyarakat, itu terjadi apabila jika kamu melakukannya dengan cara yang benar (sesuai Alouran dan hadist) dan kamu percaya  bahwasanya sesuatu itu bisa berubah. Hanya saja kamu harus percaya bahwasanya hal apapun bisa berubah.” Muallaf yang dahulunya tergabung dalam kelompok “Backstreets Kids” ini kini berusaha untuk mengubah keadaan yang ada di daerahnya sehingga tidak ada lagi kekerasan yang lalu lalang seenaknya.

Kini Abdurahman bergabung dengan Cape Town’s Ceasefire yang beranggotakan 10 orang mantan gangster kelas kakap. Para anggotanya akan memberikan solusi bagaimana agar bisa meninggalkan kehidupan yang penuh dengan kekerasan. Para mantan gangster ini pun giat menghentikan berbagai penyebaran tindak kriminalitas di masyarakatnya guna mencegah terjadinya konflik yang lebih buruk lagi.

Kisah inspiratif islami ini juga dialami oleh Khiyaam Frey di mana ia menemukan hal yang berubah setelah keluar dari penjara selama 9 tahun karena kasus pembunuhan. Baginya Islam telah membantu menemukan jati dirinya yang telah hilang. “Teman-temanku sudah ditembak mati. Dan aku sungguh kehilangan banyak teman dan sahabatku. (Hingga) Aku memutuskan untuk mengubah hidupku melalui agama.”Tuturnya.

Sementara bagi seorang Tathir Kelly (31 tahun) yang juga mantan gangster menuturkan bahwa ajaran Islam memberikan dampak yang positif dalam kehidupannya. “Islam is My Heart. Apabila diriku memegang pistol dan aku melihat musuhku, maka aku tidak akan menembaknya. Justru aku akan membiarkan musuhku pergi, sebab jika Aku menembaknya ketika itu, maka itu sungguh adalah merupakan dosa yang besar.” Tutur Kelly

Kelly memang baru 3 mingguan ini menjadi seorang muallaf dan baru keluar dari penjara yang menahannya selama 4 tahun. Kelly mengatakan bahwa dirinya ingin menuntaskan puasa pertamanya di bulan Ramadhan.

Kisah inspiratif ini sudah sepatutnya menjadikan kita lebih mau mendalami Islam. Bagaimana pun ajaran dalam Islam adalah sebuah fitrah yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap manusia. Hanya saja hati kitalah yang belum bisa menerima semua ajaran tersebut. Semoga kisah inspiratif tersebut membuat kita menjadi pribadi muslim yang lebih baik lagi. Aamiin. (Diambil dari beberapa sumber) [Hendri].

Dikutip dari Majalah Khidmat Edisi Ke-34 Bulan Mei Tahun 2018

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *