Sedekah itu Menyehatkan

Sedekah itu Menyehatkan

Dalam Alquran, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersedekah; baik dalam rangka jihad fi sabilillah, maupun membantu sesama. Namun tak semua orang mampu melihat kehebatan amalan yang sangat dianjurkan ini. Cinta terhadap harta sering kali menjadi penyebabnya.

Sedekah menjadi salah satu amalan kebaikan yang juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sang Nabi terakhir ini menganjurkan untuk senantiasa bersedekah dengan memberikan apa yang dimiliki meskipun hanya sebiji kurma. Tidak ada patokan khusus dalam bersedekah di jalan Allah SWT. Bahkan tersenyum kepada sesama pun sudah terhitung sedekah di sisi Allah. Asalkan semua itu dilakukan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridha dari-Nya.

Ada banyak keutamaan dan manfaat yang akan diperoleh bagi orang yang gemar bersedekah. Selain bernilai ibadah, ternyata sedekah juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Bagaimana sedekah bisa bermanfaat bagi kesehatan?

Bersedekah selain bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, juga bisa memadamkan kesalahan yang pernah dilakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Bersedekahlah kalian, meski hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api.” (HR Ahmad dan Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’)

Memberikan sesuatu kepada orang lain meskipun hanya sedikit kadarnya tidak hanya akan membuat orang yang diberikan sedekah bahagia karena kebutuhan mereka terpenuhi. Memberikan harta yang dimiliki untuk membahagiakan orang lain ternyata juga bisa memberikan “keajaiban” bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kesimpulan tersebut diperoleh dari sebuah studi yang dilakukan di Departement of Psychologgy University of British Columbia. Dilansir Huffingtonpost, para peneliti berhasil menghubungkan antara menggunakan uang orang lain dengan penurunan tekanan darah. Terlebih lagi apabila uang tersebut dihabisan untuk kegiatan amal seperti menyumbang kegiatan anak yatim, menjadi donatur kegiatan dakwah atau sekedar memberikan sedekah kepada pengemis atau mereka yang membutuhkan bantuan.

Studi tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama melibatkan 128 peserta berusia 40 tahun ke atas yang didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi. Pada kelompok tersebut diberikan sejumlah uang untuk dihabiskan selama enam minggu. Setelah itu mereka diberikan pilihan menghabiskan uang tersebut untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Di antara mereka ada yang memilih untuk menghabiskan uang tersebut dengan membantu orang lain seperti beramal. Ternyata mereka yang melakukan hal tersebut tekanan darah sistolik dan diastoliknya menunjukkan penurunan. Hal yang sebaliknya terjadi pada mereka yang menghabiskan uang tersebut untuk dirinya sendiri seperti berbelanja dan lainnya tidak mengalami perubahan dalam kesehatannya.

Penemuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa menghabiskan uang untuk berbagi kepada orang lain dapat menyebabkan perbaikan yang signifikan terhadap kesehatan fisik. Selain itu, peneliti juga menilai bahwa apabila penderita darah tinggi melakukan sedekah atau berbagi kebahagiaan dengan orang lain secara rutin, maka akan ada manfaat jangka panjang dalam hal kesehatan.

Pada bagian kedua penelitian, peneliti menganalisa data dari 186 orang lanjut usia dengan tekanan darah tinggi. Angka-angka menunjukkan bahwa semakin banyak uang yang dihabiskan untuk kebahagiaan orang lain akan membuat semakin rendah tekanan darah dalam dua tahun ke depan.

Bersedekah membuat badan lebih sehat. Dalam bukunya yang berjudul Why Good Things Happen to Good People, Prof. Stephen Post dari Stony Brook University menyatakan bahwa bersedekah berdampak positif terhadap kesehatan seseorang, meskipun mereka telah mempunyai penyakit kronis seperti HIV dan multiple sclerosis.

Pada tahun 1999, Doug Oman of the University of California, Berkeley dalam studinya menemukan bahwa orang tua yang bekerja sebagai sukarelawan pada 2 atau lebih organisasi lebih kecil kemungkinannya meninggal dalam 5 tahun kedepan dibandingkan dengan orang tua yang tidak melakukan kerja sukarela.

Penelitian Stephanie Brown dari University of Michigan pada tahun 2003 menemukan hasil yang sama. Dia menemukan bahwa keluarga yang sudah tua dan membantu saudara, teman atau tetangga ternyata hidup lebih lama dibandingkan dengan orang yang tidak pernah menolong orang lain.

Pada 2006, studi yang dilakukan oleh Prof. Rachel Piferi dari Johns Hopkins University dan Kathleen Lawler dari University of Tennessee, menunjukkan bahwa orang yang banyak memberikan dukungan sosial mempunyai tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memberikan dukungan sosial.

Studi Jorge Moll dari National Institutes of Health di tahun 2006 menemukan, ketika seseorang berdonasi, beberapa area di otak yang berhubungan dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya menjadi aktif. Para peneliti pun percaya bahwa ketika kita melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan hormon endorfin. Hormon tersebut memicu “kemabukan” positif yang disebut “helper’s high”.

Altruistik (Altruisme) Altruistik adalah tindakan suka rela yang dilakukan oleh seseorang atau pun kelompok orang untuk menolong orang lain tampa mengharapkan imbalan apa pun. dapat juga diartikan perbuatan yang suka menolong orang lain tanpa memperhatikan kepentingannya sendiri.

Masih banyak penelitian yang menunjukkan efek positif dari sikap dermawan pada kesehatan. Seperti penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People. Ia menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan, bahkan bagi penderita penyakit kronis semisal HIV AIDS.

Menyimak hasil-hasil penelitian di atas, bisa dibayangkan betapa baiknya bila pendidikan tentang sedekah telah diberikan sedari usia dini. Tentunya generasi muslim akan semakin berkembang karena terbiasa bersikap sesuai fitrah –menghadapkan diri pada agama yang lurus.

Jauh sebelum fakta tersebut ditemukan oleh para peneliti, Islam telah menganjurkan umatnya untuk banyak memberikan sedekah. Bahkan Rasulullah SAW juga telah memberikan bukti mengenai keterkaitan antara sedekah dengan mengobati sakit yang diderita seseorang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Obatilah sakitmu dengan sedekah, bentengilah harta bendamu dengan zakat, dan bersiaplah menghadapi cobaan dengan doa.” (HR. Baihaqi)

Atau dalam hadits lain yang artinya,

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)

Demikianlah informasi mengenai manfaat sedekah bagi kesehatan tubuh manusia. Sungguh luar biasa manfaat yang akan diperoleh dari perbuatan yang satu ini. Tidak hanya dapat menjadi media untuk menolong sesama, sedekah juga akan memberikan pengaruh positif bagi kesehatan orang yang melakukannya.

Sumber: Infoyunik.com dengan perubahan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *