Selimut dan Kompor Impian

Sebuah Catatan dari Relawan SAR Al Huda Peduli Tsunami Banten

Sabtu (29/2)

Pukul 21.00 tim relawan dari SAR Al-Huda dan Griya Sedekah Al-Huda (GSA) menyalurkan bantuan 40 paket sembako kepada pengungsi di Dusun Durung, Kelurahan Sindanglaut, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Pemilihan waktu malam hari dikarenakan para warga berada di pengungsian setelah sore hari sampai pagi hari. Pengungsi menempati sebuah bangunan yang biasa dipakai untum kegiatan majelis taklim.

Setelah menyalurkan bantuan sembako, kami lihat kondisi pengungsian. Perih rasanya hati ini. Prihatin melihat kondisi ratusan pengungsi tidur dengan alas serta selimut yang minim. Melihat hal itu, kami memutuskan kembali ke posko untuk mengambil beberapa alas tidur dan selimut.

Setelah berjalan sekitar tiga kilometer, kamipun kembali ke tempat pengungsian. Pak Haji sebagai penanggungjawab dengan sabar membagikan alas tidur dan selimut kepada para pengungsi. Pak Haji mengutamakan keluarga yang memiliki anak balita serta orang tua.

Sebelum kembali ke posko, kami sempat dipanggil seorang ibu untuk melihat kondisi dapur di tempat pengungsian tersebut. Sebuah keadaan yang tidak kalah memprihatinkan. Kami tak bisa banyangkan, satu kompor di sini dipakai oleh puluhan keluarga. Bila sore tiba, mereka antri hanya sekadar untuk membuat mi rebus untuk anak-anak mereka. Spontan kami berjanji kepada si ibu. Kami berjanji membawa satu stel kompor untum mereka di tempat pengungsian.

Sebelum lelapku
Ratusan bibir berucap santun
Menyambut rintih lirih pamitku
Dalam sejumput berbagi untukmu korbanmu tsunami
Di saat air hangat menjadi ribuan nikmat
Ketika selembar selimut tipis menjadi penahan dingin
Dan . . .
Tabahlah dalam asa yg tersisa

Dalam haru diakhir Desember. Di sebuah saung depan Kantor Kelurahan Sindanglaut

Ogik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *