Teladan Dan Pengorbanan Generasi Terbaik Umat Islam

Teladan dan Pengorbanan Generasi Terbaik Umat Islam

Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, generasi assabiqunal awwalun yang paling dekat dengan Rasulullah. Dengan resiko kehilangan nyawa, dirinya menemani Nabi hijrah ke Madinah. Padahal pada saat itu orang-orang kafir Quraisy sedang memburu mereka berdua dengan pedang-pedang yang siap diayunkan. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad Abu Bakar untuk menyertai Rasul.

Pengorbanan harta? Abu Bakar adalah sosok yang tidak pernah berpikir panjang dalam soal harta. Mungkin kita mengenal sosok-sosok saudagar kaya dari kalangan sahabat seperti Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf dan lainnya. Memang dalam soal jumlah harta Abu Bakar bukanlah yang terbanyak. Namun, tatkala ada seruan Rasulullah untuk memerangi pasukan Romawi, maka semua sahabat berlomba mengeluarkan harta.

Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarokfuri dalam Sirah Nabawiyahnya menyebutkan bahwa Abu Bakar adalah sahabat yang pertama kali datang kepada Nabi dan menyerahkan seluruh hartanya. Ungkapan yang masyhur sampai saat ini adalah jawaban Abu Bakar ketika ditanya Nabi apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya. Maka ia menjawab,”Aku telah meninggalkan dua hal yang lebih baik dari dunia dan seisinya, yaitu Allah dan Rasul-Nya.”

Keteladanan lainnya adalah saat sahabat mulia ini diangkat menjadi khalifah yang pertama. Ia adalah sosok yang tegas memerangi siapa saja yang mencoba mengubah syariat Islam dengan meninggalkan kewajiban zakat dan para nabi palsu.

Sosok sahabat lainnya adalah Salman Al-Farisi dan Abu Dzar Al-Ghifari yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan hidayah Allah. Di saat Islam dalam fase dakwah secara sembunyi-sembunyi, Abu Dzar dengan keberaniannya mengungkapkan keimanannya di Masjidil Haram.

Khalid Muhammad Khalid dalam Rijalun Haula Rasul menyebutkan ini adalah teriakan pertama tentang dien Islam yang menentang kesombongan kafir Quraisy dan memekakkan telinga mereka. Tanpa ada pelindung dan kerabat Abu Dzar berani melakukan hal itu dan ia ulangi untuk kedua kalinya di hari berikutnya. Sungguh teladan keberanian yang mengagumkan.

Satu lagi, sahabat yang dikenal dengan sangat benci kemunafikan, yaitu kakak dari khalifah kedua, Zaid bin Khattab. Ketika mendengar Rajjal bin Unfuwah murtad dan membelot pada Musailamah, ia sosok yang paling murka  dan terbakar kemarahannya untuk menjumpai Rajjal. Pada akhirnya ketika pecah pertempuran di Yamamah, Zaid berhasil menebas leher sang pengkhianat yang menyebabkan pasukan nabi palsu kocar-kacir. Zaid pun menjemput syahid pada peperangan ini hingga Amirul Mukminin Umar bin Khattab berujar, ” Rahmat Allah bagi Zaid. Ia mendahuluiku dengan dua kebaikan. Ia masuk Islam lebih dahulu dan gugur sebagai syahid lebih dahulu pula.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *